Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2012

Program Wirausaha Muda Mandiri 2012 sudah sampai pada tahapan penjurian wilayah yang dilaksanakan secara bertahap. Berikut adalah hasil Penjurian Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri di wilayah : ;.

Belajar Otodidak, Muzakki Raih Omzet Ratusan Juta

Muhammad Muzakki sukses menggeluti usaha pembuatan booth sejak 2008. Pria asal Jakarta ini mengerjakan pesanan booth mulai tahap desain hingga pesanan selesai dan siap pakai.

Mengasah Naluri Bisnis

Ketika pulang dari kuliah di Amerika Serikat, Erwin Aksa menggenggam optimisme tinggi. Ia sudah belajar banyak dari para usahawan Amerika dan terutama di ruang kuliah.

Empat Tips Kelola Bisnis Pemula ala Ciputra

Pengusaha kawakan Ciputra memberikan tips mengelola bisnis, khususnya untuk pebisnis pemula. Seperti apa?

Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Buku “Chairul Tanjung Si Anak Singkong” diluncurkan bertepatan usia Chairul Tanjung (CT) setengah abad. CT, demikian nama panggilannya, adalah pengusaha Indonesia yang sukses dalam wirausahanya dan memperluas usahanya.

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Januari 2013

Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2012

Program Wirausaha Muda Mandiri 2012 sudah sampai pada tahapan penjurian wilayah yang dilaksanakan secara bertahap. Berikut adalah hasil Penjurian Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri di wilayah :


KANWIL I MEDAN 
Final WIlayah : Kamis-Jumat, 13-14 Desember 2012
A. Kategori Mahasiswa 
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Khairil Afryan Syah Siregar - Peternakan Kambing Domba  Universitas Panca Budi
Perdagangan dan Jasa M. Mulyakhan - Bimbingan Belajar Universitas Syiah Kuala
Boga Mirza Irfan Sumantri - Kuliner Risolasol STT Harapan Medan
Kreatif Tedjamukti Rahardja - Desain Graphis, Kaos, dan Fotografi Universitas Sumatera Utara
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Iwan Aramiko - Industri Kopi Universitas Syiah Kuala
Perdagangan dan Jasa Rahmi Salviviani - Pendidikan / Playgroup Alifa Kids Universitas Riau 
Boga Rudianto - Otak-otak Oleh-oleh Khas Batam Univ. Lainnya
Kreatif Aulia Muflih Nasution - Arsitektur & Konstruksi  Universitas Teknologi Malaysia
KANWIL II PALEMBANG
Final WIlayah : Jumat, 21 Desember 2012
A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Lara Sakti Oetomo / Batako Mandiri Karang Putih Universitas Andalas
Perdagangan dan Jasa Abduh Rahmat Amri / Satria Shop Universitas Lampung
Boga Abdul Anzisy / Bakso Granat Mas Aziz AMIK Bina Sriwijaya
Kreatif Harry Akbar / Desmiati Batik Jambi Universitas Jambi
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Ika reksa Samoedra / Jamur Lestari Politeknik Negeri Sriwijaya
Perdagangan dan Jasa Adiansyah / Basic Computer  Universitas Lampung
Boga Kasiran / Bakso dan Ayam Bakar Ting-ting Universitas Sjakhyakirti
Kreatif Nyanyu Nur Komaria / Rumah Songket Adis STMIK MDP Palembang
KANWIL III, IV dan V JABODETABEK
Final WIlayah : Selasa, 18 Desember 2012
A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Ahmad Zaki Rahman / Bonteng Jaya Institut Pertanian Bogor
Perdagangan dan Jasa Andradea Putri / Tea Spa Univ. Bina Nusantara
Boga Muhammad Gufron / Mavia Institut Pertanian Bogor
Kreatif Asti Nur Afala Sahir / Kabeuki Shop Univ. Negeri Jakarta 
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Edo Fahmi / Ade Creatsz Univ. Trisakti
Perdagangan dan Jasa Ibnu Hakim / PT. EL HAKIM GLOBAL NETWORK Univ. Gadjah Mada
Boga Rizka Wahyu Romadhona / Sangkuriang Institut Teknologi 10 November
Kreatif Asri Rakhmawati / Rumah Pena LP3I
KANWIL VI BANDUNG
Final WIlayah : Jumat, 21 Desember 2012 A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Aldila Dipamela  / Ryla Shop Universitas Siliwangi
Perdagangan dan Jasa Ali / Perjalanan Wisata Jawa Green Tour and Travel Universitas Widyatama
Boga Angga Pradika / Kuliner Jepang Mister Tako Institut Manajemen Telkom
Kreatif Andrea Hirma Putri / Andena Batik Universitas Padjajaran
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Mery Yani / Sumber Telor Kilau  Universitas Tarumanagara
Perdagangan dan Jasa Swisse Maharani / CV Anannda  Universitas Pendidikan Indonesia
Boga Fery Eka Laksmana Hasan / Halto Food (Bebek Udig) Universitas Katolik Parahyangan
Kreatif Harland Firman Agus / Newbee Corporation Institut Teknologi Telkom

KANWIL VII SEMARANG
Final WIlayah : Jumat, 21 Desember 2012 A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Khafidz Nasrullah / Kendal Agro Atsiri Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Perdagangan dan Jasa Indro / Genio Institute Universitas Negeri Semarang
Boga Massinangling Gumelar / Leker Klenger Universitas Diponegoro
Kreatif Nidia Noviana / Jtoku Indonesia Universitas Gadjah Mada
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Gustinov Brilliant Aji Putra / CV Sabut Mandiri STMIK Amikom
Perdagangan dan Jasa Virdiana Ramadhani / Superwash Laundry Universitas Islam Indonesia
Boga Robby Adiarta / Angkringan Cekli Universitas Gadjah Mada
Kreatif Andika Kairuliawan / Balu Otowork Universitas Teknologi Yogyakarta
KANWIL VIII SURABAYA
Final WIlayah : Jumat, 14 Desember 2012 A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Leon Agusta - Carbon Tech Universitas Kristen Petra
Perdagangan dan Jasa Bagus Budi Rahardjo - M. Brothers Agrobisnis/ Jasa Penggemukan Ternak  Universitas Airlangga
Boga Rizki Dinar Palupi - Pembuatan Nugget & Bakso Universitas Negeri Malang
Kreatif Tyas Ajeng Nastiti - Klastik Footwear Institut Teknologi Sepuluh November 
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Moch. Helmy Ismanto, ST - UD M. Helmy / Spiritus Gel dan Pasta Universitas Surabaya
Perdagangan dan Jasa Andri Firmansyah - PT Cahaya Global Vision / Penambal Ban Otomatis Universitas Airlangga 
Boga Ririn - UD Family 6ood / Frozen Food Universitas Sebelas Maret
Kreatif Nizar Luthfiansyah - Karisma Academy & Bintang Garuda Media Universitas Brawijaya
KANWIL IX BANJARMASIN
Final WIlayah : Rabu-Kamis, 4-5 Desember 2012
A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Irsyad Abinowo - Lobster and Ornament Fish Univ Tanjungpura
Perdagangan dan Jasa Wan Sonia Mifta Huljanah - Ranata Gallery Univ Tanjungpura
Boga Setiadi Wijaya - Culinary Co. Univ Tanjungpura
Kreatif Sistia Raisanty - Raisanty Collection Univ. Lambung Mangkurat
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Rahmatul Irfan - CV Dahlia Mas STIE Nasional Banjarmasin
Perdagangan dan Jasa Rossy Herliyana - Kutu Baca Univ. Gadjah Mada 
Boga Sri Suliyati - Twichi Fried Chicken Univ. Mulawarman
Kreatif Ary Widianto - CV Emerald Mulia Sentosa Univ. Lambung Mangkurat
KANWIL X MAKASSARFinal WIlayah : Kamis, 3 Januari 2012
A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Muh Fitriady Maturu / Sujati Furniture Universitas Gadjah Mada
Perdagangan dan Jasa Rachmat Hidayat J / I'JO Clothing Universitas Sawerigading Makassar
Boga Ranto Ari Pratama / CV INDOMAKS Universitas Hasanuddin
Kreatif Iskandar / Kampung Merdeka Clothing Universitas Muslim Indonesia
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Sriwahyuni / Bawang Berani Rumbia Universitas Negeri Makassar
Perdagangan dan Jasa Rahmad, S.Pd / CV Insan Muwahhid Sejahtera Universitas Negeri Makassar
Boga Irwandy Widyanto Lamatto / Nutrijellyus STMIK Kharisma
Kreatif Harisma Dewi / Ma'Gaya Universitas Negeri Makassar
KANWIL XI DENPASAR
Final WIlayah : Senin-Selasa, 17-18 Desember 2012
A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Rieke Ari Ayuningtyas / D'Surau Kebaya Universitas Negeri Malang
Perdagangan dan Jasa GP Wira Saputra / UD Tunas Jaya  Universitas Pendidikan Ganesha
Boga Zagita Lestari Tjahyadi / Chibi Crispy Universitas Mahasaraswati
Kreatif Linda Aristhiana / Balinese Girl Shop STIKOM Bali
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri I Gede Andhika Prayatna Sukma / Industri Uang Kepeng Universitas Udayana
Perdagangan dan Jasa Eerosaari Winanda / Ailovsi Universitas Katolik Soegijapranata
Boga Lukman Assyafii / Jamur Mungil Universitas Negeri Solo
Kreatif DP Ananta Maha Widyana / Mr & mrs Wardrobe Universitas Udayana
KANWIL XII JAYAPURAFinal WIlayah : Kamis, 3 Januari 2013
A. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Kreatif Fedly Meiloni Leleuly / Lexy Studio Universitas Negeri Papua
Para peserta tersebut diseleksi oleh dewan juri yang terdiri dari unsur Perbankan, Pemerintahan, Akademisi, Media Massa dan Profesional atau Pengusaha.
Program Wirausaha Muda Mandiri 2012 sudah sampai pada tahapan penjurian wilayah yang dilaksanakan secara bertahap. Berikut adalah hasil Penjurian Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri di wilayah :


KANWIL I MEDAN 
Final WIlayah : Kamis-Jumat, 13-14 Desember 2012
A. Kategori Mahasiswa 
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Khairil Afryan Syah Siregar - Peternakan Kambing Domba  Universitas Panca Budi
Perdagangan dan Jasa M. Mulyakhan - Bimbingan Belajar Universitas Syiah Kuala
Boga Mirza Irfan Sumantri - Kuliner Risolasol STT Harapan Medan
Kreatif Tedjamukti Rahardja - Desain Graphis, Kaos, dan Fotografi Universitas Sumatera Utara
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Iwan Aramiko - Industri Kopi Universitas Syiah Kuala
Perdagangan dan Jasa Rahmi Salviviani - Pendidikan / Playgroup Alifa Kids Universitas Riau 
Boga Rudianto - Otak-otak Oleh-oleh Khas Batam Univ. Lainnya
Kreatif Aulia Muflih Nasution - Arsitektur & Konstruksi  Universitas Teknologi Malaysia
KANWIL II PALEMBANG
Final WIlayah : Jumat, 21 Desember 2012
A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Lara Sakti Oetomo / Batako Mandiri Karang Putih Universitas Andalas
Perdagangan dan Jasa Abduh Rahmat Amri / Satria Shop Universitas Lampung
Boga Abdul Anzisy / Bakso Granat Mas Aziz AMIK Bina Sriwijaya
Kreatif Harry Akbar / Desmiati Batik Jambi Universitas Jambi
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Ika reksa Samoedra / Jamur Lestari Politeknik Negeri Sriwijaya
Perdagangan dan Jasa Adiansyah / Basic Computer  Universitas Lampung
Boga Kasiran / Bakso dan Ayam Bakar Ting-ting Universitas Sjakhyakirti
Kreatif Nyanyu Nur Komaria / Rumah Songket Adis STMIK MDP Palembang
KANWIL III, IV dan V JABODETABEK
Final WIlayah : Selasa, 18 Desember 2012
A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Ahmad Zaki Rahman / Bonteng Jaya Institut Pertanian Bogor
Perdagangan dan Jasa Andradea Putri / Tea Spa Univ. Bina Nusantara
Boga Muhammad Gufron / Mavia Institut Pertanian Bogor
Kreatif Asti Nur Afala Sahir / Kabeuki Shop Univ. Negeri Jakarta 
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Edo Fahmi / Ade Creatsz Univ. Trisakti
Perdagangan dan Jasa Ibnu Hakim / PT. EL HAKIM GLOBAL NETWORK Univ. Gadjah Mada
Boga Rizka Wahyu Romadhona / Sangkuriang Institut Teknologi 10 November
Kreatif Asri Rakhmawati / Rumah Pena LP3I
KANWIL VI BANDUNG
Final WIlayah : Jumat, 21 Desember 2012 A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Aldila Dipamela  / Ryla Shop Universitas Siliwangi
Perdagangan dan Jasa Ali / Perjalanan Wisata Jawa Green Tour and Travel Universitas Widyatama
Boga Angga Pradika / Kuliner Jepang Mister Tako Institut Manajemen Telkom
Kreatif Andrea Hirma Putri / Andena Batik Universitas Padjajaran
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Mery Yani / Sumber Telor Kilau  Universitas Tarumanagara
Perdagangan dan Jasa Swisse Maharani / CV Anannda  Universitas Pendidikan Indonesia
Boga Fery Eka Laksmana Hasan / Halto Food (Bebek Udig) Universitas Katolik Parahyangan
Kreatif Harland Firman Agus / Newbee Corporation Institut Teknologi Telkom

KANWIL VII SEMARANG
Final WIlayah : Jumat, 21 Desember 2012 A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Khafidz Nasrullah / Kendal Agro Atsiri Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Perdagangan dan Jasa Indro / Genio Institute Universitas Negeri Semarang
Boga Massinangling Gumelar / Leker Klenger Universitas Diponegoro
Kreatif Nidia Noviana / Jtoku Indonesia Universitas Gadjah Mada
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Gustinov Brilliant Aji Putra / CV Sabut Mandiri STMIK Amikom
Perdagangan dan Jasa Virdiana Ramadhani / Superwash Laundry Universitas Islam Indonesia
Boga Robby Adiarta / Angkringan Cekli Universitas Gadjah Mada
Kreatif Andika Kairuliawan / Balu Otowork Universitas Teknologi Yogyakarta
KANWIL VIII SURABAYA
Final WIlayah : Jumat, 14 Desember 2012 A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Leon Agusta - Carbon Tech Universitas Kristen Petra
Perdagangan dan Jasa Bagus Budi Rahardjo - M. Brothers Agrobisnis/ Jasa Penggemukan Ternak  Universitas Airlangga
Boga Rizki Dinar Palupi - Pembuatan Nugget & Bakso Universitas Negeri Malang
Kreatif Tyas Ajeng Nastiti - Klastik Footwear Institut Teknologi Sepuluh November 
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Moch. Helmy Ismanto, ST - UD M. Helmy / Spiritus Gel dan Pasta Universitas Surabaya
Perdagangan dan Jasa Andri Firmansyah - PT Cahaya Global Vision / Penambal Ban Otomatis Universitas Airlangga 
Boga Ririn - UD Family 6ood / Frozen Food Universitas Sebelas Maret
Kreatif Nizar Luthfiansyah - Karisma Academy & Bintang Garuda Media Universitas Brawijaya
KANWIL IX BANJARMASIN
Final WIlayah : Rabu-Kamis, 4-5 Desember 2012
A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Irsyad Abinowo - Lobster and Ornament Fish Univ Tanjungpura
Perdagangan dan Jasa Wan Sonia Mifta Huljanah - Ranata Gallery Univ Tanjungpura
Boga Setiadi Wijaya - Culinary Co. Univ Tanjungpura
Kreatif Sistia Raisanty - Raisanty Collection Univ. Lambung Mangkurat
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Rahmatul Irfan - CV Dahlia Mas STIE Nasional Banjarmasin
Perdagangan dan Jasa Rossy Herliyana - Kutu Baca Univ. Gadjah Mada 
Boga Sri Suliyati - Twichi Fried Chicken Univ. Mulawarman
Kreatif Ary Widianto - CV Emerald Mulia Sentosa Univ. Lambung Mangkurat
KANWIL X MAKASSARFinal WIlayah : Kamis, 3 Januari 2012
A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Muh Fitriady Maturu / Sujati Furniture Universitas Gadjah Mada
Perdagangan dan Jasa Rachmat Hidayat J / I'JO Clothing Universitas Sawerigading Makassar
Boga Ranto Ari Pratama / CV INDOMAKS Universitas Hasanuddin
Kreatif Iskandar / Kampung Merdeka Clothing Universitas Muslim Indonesia
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Sriwahyuni / Bawang Berani Rumbia Universitas Negeri Makassar
Perdagangan dan Jasa Rahmad, S.Pd / CV Insan Muwahhid Sejahtera Universitas Negeri Makassar
Boga Irwandy Widyanto Lamatto / Nutrijellyus STMIK Kharisma
Kreatif Harisma Dewi / Ma'Gaya Universitas Negeri Makassar
KANWIL XI DENPASAR
Final WIlayah : Senin-Selasa, 17-18 Desember 2012
A. Kategori Mahasiswa
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri Rieke Ari Ayuningtyas / D'Surau Kebaya Universitas Negeri Malang
Perdagangan dan Jasa GP Wira Saputra / UD Tunas Jaya  Universitas Pendidikan Ganesha
Boga Zagita Lestari Tjahyadi / Chibi Crispy Universitas Mahasaraswati
Kreatif Linda Aristhiana / Balinese Girl Shop STIKOM Bali
B. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Industri I Gede Andhika Prayatna Sukma / Industri Uang Kepeng Universitas Udayana
Perdagangan dan Jasa Eerosaari Winanda / Ailovsi Universitas Katolik Soegijapranata
Boga Lukman Assyafii / Jamur Mungil Universitas Negeri Solo
Kreatif DP Ananta Maha Widyana / Mr & mrs Wardrobe Universitas Udayana
KANWIL XII JAYAPURAFinal WIlayah : Kamis, 3 Januari 2013
A. Kategori Alumni
Bidang Usaha Nama Pemenang dan Usaha Asal Universitas
Kreatif Fedly Meiloni Leleuly / Lexy Studio Universitas Negeri Papua
Para peserta tersebut diseleksi oleh dewan juri yang terdiri dari unsur Perbankan, Pemerintahan, Akademisi, Media Massa dan Profesional atau Pengusaha.

KREDIT UKM & KOPERASI: Pemerintah Percepat Pembentukan PPKD

Pemerintah pusat mendorong percepatan pembentukan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD) untuk meningkatkan peranan pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah di setiap provinsi Indonesia.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring, mengatakan pada tahun ini ada 18 provinsi yang berpotensi mendirikan Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah (PPKD) menyusul Jawa Timur, Bali, dan Riau yang telah eksis.

“Pembentukan PPKD bisa dipercepat, karena didorong keinginan dan kemauan kuat Gubernur disertai kemampuan keuangan daerah serta sumberdaya manusia yang memang sudah memadai,” katanya kepada Bisnis hari ini, Selasa (8/1/2013).

Berapa modal disetor atau modal kerja PPKD akan ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mulai tahun ini berada langsung di bahwa kendali Kementerian Keuangan, setelah sebelumnya di bawah pengawasan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

Ke-18 Provinsi yang diperkirakan mendirikan PPKD terdiri dari Provinsi Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan. Kesembilan provinsi ini masuk dalam matriks pertama dalam skema Kementerian Koperasi dan UKM.

Menurut Meliadi, optimism tersebut berdasarkan kemauan dan kekuatan keuangan setempat. Ada 11 provinsi lain yang memiliki kemampuan sama, yakni DIY, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur.
Asisten Deputi Urusan Pengembangan dan Pengendalian Simpan Pinjam Kementerian Koperasi dan UKM, Rosdiana V. Sipayung menjelaskan percepatan pendirian PPKD karena diyakini sebagai salah satu solusi pembiayaan kepada koperasi dan usaha mikro,kecil dan menengah (KUMKM).

”Kami melaksanakan sosialisasi bersama tim koordinasi nasional pembentukan PPKD, dan telah memperoleh komitmen dari eksekutif maupun legislative dari masing-masing daerah atau provinsi untuk membentuknya pada 2013,” katanya.

Untuk provinsi lain, katanya, masih memerlukan pemahaman arti penting dari PPKD sebagai instrument keuangan. Terutama untuk bisa mengubah mindset atau pola pikir. Meski demikian ada juga juga kendala bagi provinsi lain karena terkendala dengan keuangan daerah yang terbatas.

Dari sosialisasi yang dilaksanakan bersama tim dari Kementerian terkait, terlintas keinginan daerah agar pemerintah pusat ikut sharing anggaran untuk penambahan modal awal diseor PPKD yang akan dibentuk. “Mereka bahkan ingin ada penambahan sharing apabola PPKD sudah beroperasi.”

Awalnya pendirian PPKD diwajibkan dengan modal disetor Rp50 miliar, namun akhirnya turun menjadi Rp25 miliar. Meski demikian, setelah OJK memiliki otoritas mengawasi dan mengatur pasar modal serta lembaga keuangan nonbank, akan menentukan kemudian besarannya.

Sumber : Bisnis Indonesia

Selasa, 08 Januari 2013

Dahlan: Mobil Listrik, Mobil Masa Depan

Menteri BUMN Dahlan Iskan menganggap bahwa mobil listrik dapat dikembangkan menjadi mobil masa depan di Indonesia. Sebab, bila harus bersaing membuat mobil dengan bahan bakar bensin, Indonesia tidak akan sanggup.

"Sekarang itu tantangannya meyakinkan masyarakat bahwa mobil listrik itu mobil masa depan kita," kata Dahlan saat konferensi pers di Gallery Cafe di Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Menurut Dahlan, pengembangan mobil listrik itu lebih memungkinkan sebab negara-negara di dunia juga baru saja membuat dan mengembangkan mobil listrik sebagai kendaraan di masa depan. Terlebih lagi, pemerintah juga sedang mendorong pengurangan subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak, yang selama ini terus melonjak setiap tahun. Bahkan, nilai subsidi BBM untuk masyarakat di APBN mencapai di atas Rp 200 triliun. Padahal, uang negara tersebut sebenarnya bisa dialokasikan untuk yang lain.

"Kalau kita membuat mobil dengan energi BBM, kita kalah dengan Eropa, Amerika Serikat, ataupun Jepang. Sementara negara-negara itu juga sama-sama mengembangkan mobil listrik sebagai alternatif kendaraan di masa depan," tambahnya.

Dahlan menganggap bahwa peluang Indonesia untuk mengembangkan mobil listrik itu sangat besar. Sebab, Indonesia memiliki ahli-ahli di bidang mobil listrik yang bisa dikembangkan.(mlk)

Sumber : Kompas.com

Minggu, 26 Agustus 2012

Dicari Kaum Muda Kreatif Atasi Masalah Lingkungan

Yayasan Pembangunan Berkelanjutan mencari anak muda berusia 15-24 tahun yang punya gagasan dan ide kreatif untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, khususnya masalah perubahan iklim. Program bertajuk Smart Leaders diselenggarakan sebagai ajang bagi kaum muda untuk mewujudkan ide-ide kreatif mereka menjadi aksi nyata sebagai solusi untuk memperbaiki kualitas alam dan kualitas hidup manusia.

Climate-Smart Leaders for Sustainable Cities Climate, Annye Meilani menjelaskan, untuk tahun ini, fokus tema yang diangkat adalah kota yang berkelanjutan (sustainable cities). Kota, dengan segudang kesempatan memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Berdasarkan informasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Global Health Observatory, saat ini diperkirakan jumlah penduduk kota di seluruh dunia meningkat 60 juta orang setiap tahun. Diperkirakan, pada pertengahan abad ke-21 jumlah penduduk kota akan dua kali lebih besar dari sekitar 3,4 miliar orang pada tahun 2009 menjadi 6,4 miliar pada tahun 2050. Pertumbuhan paling besar akan terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Di balik kesempatan dan harapan akan hidup yang lebih baik, seperti akses yang lebih baik, kesempatan kerja yang tinggi, hiburan yang beragam, dan daya tarik lainnya, kota menyimpan berbagai permasalahan yang harus segera diatasi. Persoalan tata kota, akses air bersih dan sanitasi, pendidikan, kesehatan, kualitas lingkungan, transportasi, gaya hidup, kemiskinan, dan lain-lain, perlu diatasi dengan serius.

"Terjadinya perubahan iklim yang memengaruhi semua aspek kehidupan di perkotaan seperti pangan, kesehatan, lingkungan, dan lain-lain juga harus segera diatas," kata Annye. Senin (27/8/2012).

Menurut Annye, dibutuhkan ide-ide kreatif dan energi baru yang positif untuk memperbaiki situasi yang sangat rumit ini. Kaum muda, sebagai bagian penting dari kota adalah salah satu aktor kunci yang menentukan ke mana arah pembangunan di perkotaan dan bagaimana pembangunan tersebut dilaksanakan.

Informasi mengeni program ini dapat dilihat pada laman Climate Smart Leaders. Akan dipilih 24 orang finalis untuk mengikuti rangkaian program CSL 2012.

Pemenang dari program ini akan mendapat hadiah berupa seed fund untuk pengembangan proyek dan Piala Penghargaan Emil Salim Bagi Generasi Muda.(mlk)
 
Sumber :Kompas.com
Editor :Nasru Alam Aziz

Senin, 20 Agustus 2012

Lima Tahun Lagi Indonesia Stop Impor Ponsel?

Rencana investasi Foxconn Technology Group ke Indonesia diharapkan akan mendatangkan pertumbuhan ekonomi bagi Tanah Air. Investasi tersebut diharapkan dapat menekan impor ponsel yang selalu meningkat setiap tahun.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, hingga saat ini Indonesia telah mengimpor sebanyak 45 juta ponsel per tahun. "Tapi dengan rencana Foxconn untuk masuk ke Indonesia, kita bisa berhenti mengimpor ponsel. Setidaknya dalam 5 tahun mendatang, kita tidak perlu impor ponsel lagi," kata Hidayat saat ditemui selepas Rapat Nota Keuangan di kantor Kementerian Perekonomian, Jumat (17/8/2012).

Berdasarkan pembicaraan dengan Foxconn pekan ini, raksasa manufaktur dari Taiwan ini menunjukkan keseriusannya untuk berinvestasi di Tanah Air. Pada 25 Desember 2012, Foxconn dikabarkan telah siap merilis 3 juta ponsel yang telah dibuat di Indonesia.

Menurut Hidayat, pembuatan ponsel merek lokal ini akan bekerja sama dengan perusahaan milik lokal yang saat ini telah membuat ponsel. Salah satunya dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Persero, perusahaan pelat merah yang akan fokus membuat ponsel lokal kembali berjaya. "Nanti kita juga akan menggandeng perusahaan lain untuk bisa memproduksi ponsel lokal bersama Foxconn," ujarnya.

Foxconn Technology Group merupakan perusahaan manufaktur di Taiwan yang saat ini melayani perakitan produk milik Apple, seperti iPad dan iPhone. Begitu juga dengan vendor Motorola yang telah diakuisisi oleh raksasa internet Google.
Di Taiwan, Foxconn memiliki luas lahan untuk perakitan ponsel sebesar 3.000 hektar. Dengan luas lahan itu, Foxconn bisa mengontribusikan sebesar 7 persen dari keseluruhan ekspor negara China saat ini. "Sementara di Indonesia, mereka akan memakai 400 hektar. Tapi proyek ini harus segera jadi agar kita juga bangga punya ponsel dari negeri sendiri," kata Hidayat dengan penuh semangat.

Sekadar catatan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan Foxconn akan mulai berproduksi secara assembling (perakitan) pada Desember 2012. Dalam satu sampai dua bulan ini, Foxconn berkonsentrasi dengan realisasi investasi pabrik perakitan yang akan berproduksi akhir tahun ini.

Pada Juli tahun depan, Foxconn meminta peresmian investasi tahap pertama. Investasi tahap pertama pembangunan pabrik Foxconn membutuhkan area seluas 50 hektar. Pabrik Foxconn itu akan diletakkan di sekitar Jakarta dan Banten. Untuk tahap kedua dan ketiga masing-masing membutuhan area 200 hektar.

Hidayat menambahkan, ketiga lokasi ini pada setiap tahap itu bisa berbeda provinsi, tetapi masih berada di Pulau Jawa. Proyek Foxconn asal Taiwan tersebut memiliki nilai investasi mencapai 10 miliar dollar AS dalam jangka waktu 5-10 tahun. Rencananya, proyek akan dilakukan dalam tiga tahap. Proyek ini akan menyerap 300.000 tenaga kerja dari semua level keahlian. Khusus untuk engineer, Foxconn membutuhkan 60.000 orang.(mlk)
 
Editor :Laksono Hari W
Sumber : Kompas.com

Rabu, 08 Agustus 2012

Yuk Ikut Start-Up Games di London


Badan perdagangan dan investasi Inggris (UK Trade & Investment) dan Tech City Investment Organisation (TCIO), mengajak para pengusaha dan wirausahawan untuk mengikuti Start-Up Games, suatu kompetisi bagi para wirausaha terbaik internasional.

 Acara ini bakal diselenggarakan di Hackney House, pusat Tech City London tanggal 29-31 Agustus 2012.

“Kewiraswastaan sangatlah penting dalam pertumbuhan ekonomi global, dan inovasi yang datang dari para wirausaha berpotensi untuk merubah cara bekerja, hidup, dan bersosialisasi. 

Dengan menjadi tuan rumah Start-Up Games, kami ingin menyorot potensi luar biasa dari para perusahaan muda dan pengusaha ini,” kata CEO TCIO Eric va nder Kleij dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Para peserta akan berkompetisi di kategori-kategori seperti pengembangan produk, proteksi IP, brand, penjualan & pemasaran, serta pengembangan bisnis. Dalam tiga hari, mereka juga berkesempatan untuk mendengarkan presentasi dari para pengusaha dan pemuka digital terbaik Inggris seperti Dan Crow dari Songkick; Paul Birch, Co-Founder Bebo; Gerald Walker, Kepala Bloomberg Ventures UK; Georg Ell, General Manager EMEA di Yammer; dan Debu Purkayastha dari Google.

Sebagai kampanye nasional, StartUp Britain, akan mempromosikan kompetisi kepada para pengusaha dan bisnis berkembang di seluruh penjuru Inggris: “Kami bangga mempromosikan StartUp Games yang akan mengumpulkan para pengusaha terbaik dari seluruh penjuru Inggris untuk saling memberi inspirasi dan belajar satu sama lain, sekaligus bertemu dengan mitra-mitra dagang potensional dari seluruh dunia,” kata Oli Barrett, penemu StartUp Britain.

Untuk mengikutinya anda bisa mengunjungi laman StartUp Britain.  Sebanyak 300 orang dari tim-tim wirausaha dengan kinerja dan potensi terbaik, akan diundang untuk berpartisipasi.

Aplikasi awal untuk berkompetisi di StartUpGames akan dinilai oleh sejumlah ahli dari UKTI untuk beberapa kriteria seperti tahapan bisnis, kemampuan untuk menunjukkan keunikan perusahaan dan ringkasan rencana bisnis perusahaan. 

Aplikasi yang berhasil akan diundang untuk menghadiri acara ini, dengan babak kualifikasi dimulai pada tanggal 29 Agustus.  Akan dipilih 7 “Pembawa Obor” yang mewakili aplikasi terbaik, dan diundang untuk sesi co-host pada hari berikutnya.

Melalui ajang ini, para peserta akan berpartisipasi dalam sesi kolaboratif dan berorientasi bisnis, serta berpartisipasi dalam sesi pelatihan khusus.(mlk)
 
Sumber : Kompas.com 
Editor :
Erlangga Djumena

Kamis, 02 Agustus 2012

Bisnis dan Kreativitas

Obral produk sepatu dan sandal Crocs pernah membuat fenomena. Produk dengan rupa-rupa model ini sukses menggelar obral (sale) beberapa waktu lalu. Obral yang dilakukan sebetulnya tidak banyak berbeda dengan sebelumnya. Akan tetapi, karena varian yang ditawarkan menarik, pembeli tetap penuh sesak. Mereka rela antre beberapa kilometer di mal untuk mendapatkan Crocs.

Selain Crocs, ada beberapa merek yang melakukan obral. Misalnya Gucci, Burberry, Zara, dan Ermenegildo Zegna. Semua meraih kesuksesan. Ada banyak faktor penyebab kesuksesan ini, di antaranya cara mengemas obral, potongan harga yang ditawarkan, serta lokasi dan pelayanan pengunjung di lapangan.

Banyak juga perusahaan yang menggelar obral, tetapi sama sekali tidak sukses. Penyebabnya, komoditas yang ditawarkan tidak menggetarkan minat membeli, lokasi tidak representatif, dan penyelenggara obral tidak mampu mengaduk emosi publik. Jadilah obral itu sepi pengunjung.

Menghadapi persaingan usaha yang amat keras seperti tampak saat ini, semua pengendali perusahaan harus mampu menghadapi semua kondisi lapangan. Jangan latah sebab kreativitas perusahaan sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan usaha yang acap kejam.

Tidak ada ruang untuk pebisnis yang tidak kreatif. Artinya, kalau sudah ada perusahaan yang mendekati pasar dengan melakukan langgam obral, perusahaan lain hendaknya mencari langgam lain agar publik tetap memberi apresiasi tinggi kepada perusahaan tersebut.

Beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan kreatif dan inovatif sukses naik ke puncak bisnis dengan formula yang mengesankan. Beberapa perusahaan properti sukses menjalankan bisnis dengan genre baru. Perusahaan-perusahaan itu membagikan kupon agar tidak saling sikut dan mendapat hak beli berdasarkan urutan. Untuk mendapat nomor pun mesti menyetor tanda jadi sekian juta rupiah.

Banyak pertanyaan mengemuka berkaitan dengan antre nomor beli properti ini. Namun, seperti diutarakan Direktur Eksekutif Summarecon Serpong S Benjamin, sistem kupon dipakai karena jumlah peminat jauh lebih besar daripada unit rumah atau apartemen. Ini sebuah kemajuan hebat sebab sekian tahun lalu, ketika masih krisis, rumah bukan pilihan utama. Rumah bahkan menjadi hadiah untuk pembelian aneka barang luks, seperti mobil. Kini, rumah kembali menjadi kejaran penduduk.

Benjamin tidak sependapat dengan pandangan bahwa penjualan rumah dengan urutan kupon sebagai taktik dagang. Kupon diadakan agar tidak terjadi rebutan rumah sesama pembeli. ”Tren penjualan memang sedang naik, Kami pernah menjual rumah 400 unit, yang antre 2.500 pembeli. Penjualan selesai dalam empat jam.” ujarnya.

Kesuksesan yang diraih sejumlah pengembang di Serpong tentu bukan usaha sehari. Mereka membangun reputasi, servis, dan nilai dengan sabar selama puluhan tahun. Hasil yang diraih sekarang salah satu puncak dari usaha panjang dan kerap melelahkan pada masa-masa lalu.

Kerap kali para pebisnis terjebak dalam keinginan meraih hasil instan. Tidak lagi melihat proses. Sejumlah produk dunia, katakanlah seperti Coca Cola, Apple, Mercy, Toyota, dan Samsung, meraih kesuksesan setelah menjalani proses bertahun-tahun. Bukan hanya dalam semalam. (Abun Sanda)(mlk)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Erlangga Djumena

Berbisnis Itu Sederhana

Bagaimana cara berbisnis yang efisien dan efektif? Pertanyaan ini diajukan spontan seorang mahasiswa kepada usahawan Sudono Salim (Liem Sioe Liong) di sebuah acara rileks di Hotel Grand Hyatt tahun 1996. Oom Liem, sapaan akrab usahawan itu, hanya tertawa, tetapi kemudian hanya terdiam.

Om Liem, yang hari Minggu, 10 Juni lalu, meninggal dunia di Singapura, tetap diam seribu bahasa sekalipun terus dipancing untuk berbicara. Oom Liem memang dikenal tidak suka banyak bicara.

Dua temannya yang hadir di sana, usahawan Eka Tjipta Widjaja dan Sukanta Tanudjaja dari PT Sinar Sahabat, juga diam saja. Namun, akhirnya ketika melihat mahasiswa tadi masih duduk, Oom Liem pun tidak tega.

”Saya ini orang lapangan, mana mengerti pertanyaan seperti itu,” ujarnya. Ia mengatakan, berbisnis itu pada intinya meraih untung. Kalau tidak laba, bukan dagang namanya. Namun, laba di sini tidak asal laba, tetapi dengan cara benar. Tidak menabrak aturan, tidak merugikan atau mengganggu orang lain.

Ia menambahkan, hal penting yang harus digenggam erat adalah ”menjaga nama” (reputasi). Jangan menipu, dan kalau berutang, bayarlah utang itu. Jangan sampai tidak bayar utang. Tak baik itu. ”Sekali dua, kamu masih bisa menipu. Tetapi, pada kesempatan berikutnya, tidak ada lagi yang percaya kepada kamu. Itu celaka namanya!”
Oom Liem lalu bercakap-cakap akrab dengan Eka dan Sukanta. Usia mereka tidak berselisih jauh. Saat itu, Oom Liem berusia 81 tahun, Eka Tjipta 75 tahun, dan Sukanta 68 tahun.

Usahawan Tong Djoe, sahabat baik Oom Liem, pada kesempatan lain mengatakan, apa yang disampaikan Oom Liem adalah pokok-pokok berbisnis yang benar. Tong mengatakan, berbisnis pada intinya memang untuk meraih profit. Namun, para pebisnis harus memahami bahwa meraih profit di sini dalam konteks mengail keuntungan dengan jalan lurus.

Tidak menipu, tidak mengelabui, tidak membohongi, tidak curang. Jangan menjual barang kedaluwarsa. Stok barang masih sangat banyak, tetapi dibilang habis. Hanya untuk meraih untung ketika barang langka. Sebab, harga otomatis naik saat permintaan lebih tinggi dibandingkan dengan suplai.

Menjaga nama baik juga digarisbawahi Tong Djoe. Ia mengatakan, dulu ketika generasi pertama masih aktif berdagang, kepercayaan menjadi sendi bisnis yang amat memesona. Pinjaman ratusan juta rupiah (amat besar pada awal 1970-an) bisa diberikan begitu saja tanpa tanda terima.

Saat utang dikembalikan dengan bunga, yang meminjami tidak bersedia menerima bunga. Ia hanya mau menerima pokok utang. Menerima bunga berarti mencederai pertemanan dalam bisnis.

Ini membuat yang tadinya berutang merasa berkewajiban menjaga perangai. Jangan sampai melakukan tindakan tidak patut. Ia pun mesti melakukan hal yang sama kepada usahawan lain yang membutuhkan. Jadilah bisnis dengan sistem kepercayaan itu berjalan mulus dan damai.

Dalam era kini, utang-piutang berjumlah besar selalu butuh saksi, tanda terima, pakai akta notaris, dan jaminan berlapis, tetapi kerap masih dibayangi masalah. Bagi Tong, itu mencederai filosofi bisnis yang baik dan benar.

Mestinya, kata Tong, langgam kita berbisnis kembali ke masa lalu yang penuh damai, persahabatan tulus, persaingan sehat, dan setia kawan yang dalam. (Abun Sanda)(mlk,hrd)
 
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Erlangga Djumena

Senin, 23 Juli 2012

Bank Mandiri Pupuk Semangat Kewirausahaan 500 Santri Ponpes di Magelang

Bank Mandiri menggelar workshop kewirausahaan bagi santri-santri Pondok Pesantren di wilayah Magelang dan sekitarnya guna memupuk semangat kewirausahaan di lingkungan pesantren. Workshop dilaksanakan di Pondok Pesantren (ponpes) Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang serta melibatkan sekitar 500 santri ponpes API Tegalrejo dan ponpes lain di sekitarnya. Pembukaan workshop dilakukan oleh Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman serta disaksikan Bupati Magelang Singgih Sanyoto pada Rabu (20/6). 

Selain workshop, Bank Mandiri juga menyalurkan anggaran bina lingkungan senilai Rp200 juta untuk membiayai pembangunan Asrama Entrepreneur di lingkungan Pondok Pesantren API Tegalrejo. 

Dalam workshop ini, para santri akan memperoleh materi mengenai peluang Wirausaha sesuai potensi yang ada di lingkungan sekitar pesantren dan tip-tips berwirausaha dari pengusaha nasional dan finalis program Wirausaha Muda Mandiri (WMM). Mereka adalah pengusaha nasional Aunur Rofiq, penulis buku “Negeri 5 Menara” Ahmad Fuadi, pemenang pertama WMM 2010 Ahmad Abdul Hadi dan Finalis WMM 2009 Firmansyah Budi. 

Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rachman mengemukakan bahwa keberadaan pesantren di tengah masyarakat memiliki makna strategis untuk mengembangkan sentra ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Pesantren telah lama mengakar di masyarakat. Ini merupakan kekuatan yang dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam meraih kemajuan hidup. Melalui program ini, kami ingin meningkatkan ketrampilan santri pondok pesantren di sekitar wilayah ini untuk menumbuhkan sense of business sehingga akan tercipta wirausaha-wirausaha muda potensial,” kata Abdul Rachman.

Kegiatan workshop ini merupakan bagian dari rangkaian program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Goes To Pesantren yang dilaksanakan di beberapa pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) di tanah air yaitu Ponpes Aulia Cendikia Palembang, Ponpes Manonjaya Tasikmalaya, Ponpes Darussalam Martapura dan Ponpes Bago Lombok. 

Beberapa kegiatan lain yang telah dilakukan dalam program WMM Goes To Pesantren antara lain melatih dan mengimplementasikan budidaya lele di delapan pesantren di wilayah Jawa Timur, menggelar Training of Trainer pengurus Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) NU dan mengadakan pesantren Entrepreneur Camp di Pesantren Al-Yasini Sidoarjo yang diikuti oleh 48 Pondok Pesantren di wilayah Jawa Timur. 

Wirausaha Muda Mandiri merupakan program unggulan karena diyakini mampu mengubah cara pandang generasi muda tentang wirausaha, menjadikan sektor UMKM sebagi sektor idaman untuk berkarya serta mampu meningkatkan kualitas dan jumlah usaha kecil. Program ini juga dapat meningkatkan peran perbankan dalam menggerakkan sektor UMKM sebagai pilar dan penggerak perekonomian bangsa. 

Bank Mandiri juga menggelar Mandiri Young Technopreneur, untuk mendorong generasi muda Indonesia agar terus menciptakan karya-karya teknologi terbaru untuk kemajuan bangsa Indonesia.

“Program ini tidak hanya kebanggaan Bank Mandiri, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang memiliki generasi muda kreatif dan mampu berkontribusi pada masyarakat sekitar. Kami optimis Wirausaha Muda Mandiri maupun Mandiri young Technopreneur, akan semakin menginspirasi generasi muda, termasuk yang menempuh pendidikan di pesantren, untuk menjadi pencipta lapangan kerja yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang jauh lebih baik,” ujar Abdul Rachman. (mlk)

Selasa, 17 Juli 2012

Survei, Bisnis Menggiurkan di Balik Pemilukada

Survei politik telah berkembang menjadi bisnis yang memiliki prospek cerah. Uang bernilai ratusan milyar hingga triliun siap dipertaruhkan para kandidat untuk mendapat gambaran opini publik dalam pemilihan umum kepala daerah.

"Hitungan kasar dengan menggunakan indikator angka terendah saja, survei pemilukada memiliki nilai bisnis mencapai Rp 715,5 miliar," papar Agus Herta Sumarto, peneliti PRIDE Indonesia dalam Diskusi Survei Pemilukada DKI, Survei Ilmiah atau Dagang di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/7/2012).

Agus menguraikan, angka tersebut diperoleh berdasarkan beberapa indikator sederhana. Berdasarkan jumlah kabupaten/kota dan provinsi maka terdapat 530 kali pemilukada di Indonesia.

Dalam setiap ajang pemilihan biasanya terdapat antara 3 sampai 5 pasangan kandidat. Masing-masing pasangan calon biasanya membayar lembaga survei untuk menggambarkan keunggulan mereka.

Survei tersebut biasanya dilakukan minimal tiga kali dalam setahun dengan biaya per survei antara Rp 150 juta - Rp 250 juta per pasangan calon untuk level kabupaten/kota.

"Potensi ekonomi survei pemilukada kira-kira Rp 150 juta x 3 pasang kandidat x 3 kali survei x 530 kabupten/kota+provinsi = Rp 715,5 milyar," jelas Agus.

Angka-angka tersebut jelas masih bisa bertambah. Pasangan calon yang kaya, misalnya, bisa menggunakan lebih dari satu lembaga survei.

Untuk wilayah "gemuk" dengan pasangan calon yang lebih mapan, lembaga survei bisa saja memasang harga per survei yang lebih tinggi.

Dengan nilai ekonomi dan potensi keuntungan yang menggiurkan itu, tak heran bila lembaga-lembaga survei beradu dalam merebut pesanan para kandidat.

Bahkan, para peneliti pemula yang bermodal pun ikut berburu bagian survei dengan mendirikan lembaga survei baru. "Untuk menarik simpati, keilmiahan survei bisa diperdagangkan, dibisniskan," lanjut Agus.

Caranya bisa melalui manipulasi data dan merekayasa metode. Tujuannya untuk mempengaruhi opini publik dengan gambaran keunggulan calon yang memesan.

Menurut Agus, sebenarnya tidak ada larangan bagi tim pemenangan pasangan calon untuk melakukan menjalin kerjasama dengan lembaga survei.

Permasalahannya terjadi manakala hasil survei terdistorsi oleh kepentingan pemenangan pasangan tertentu.
"Tidak masalah survei bekerja sama dengan tim pemenangan. Tapi jangan direkayasa. Pahit bilang pahit, manis bilang manis," tandas Agus.

Namun, dengan iming-iming keuntungan yang besar, apakah lembaga survei dan tim pemenangan berani menyajikan hasil survei yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya?
Agus menyatakan sudah saatnya pemerintah dan lembaga legislatif menelurkan aturan dan kode etik yang bisa membatasi permainan bebas kongkalikong lembaga survei dan tim pemenangan yang bisa menipu publik.(mlk)

Sumber : Kompas.com

Rabu, 04 Juli 2012

Menjajal Hoki Bisnis di 11 Merek Kuliner

 Hokky Group menawarkan kemitraan bisnis kuliner. Ada 11 merek makan an dan minuman yang ditawarkan. Paket investasinya mulai Rp 18 juta-Rp 95 juta. Omzet ditargetkan Rp 700.000-Rp 1,5 juta per hari.

Bisnis kuliner terus berkembang. Dari waktu ke waktu ada saja pemain baru di bisnis ini. Aneka makan an seperti piza, steik, bento, pasta, burger, martabak, dan donat adalah beberapa jenis makan an yang paling banyak dijajakan para pengusaha kuliner.

Nah, di Bandung, Jawa Barat, ada seorang pemain yang langsung menggabungkan beberapa jenis makan an tersebut dalam satu bendera usaha. Dia adalah Hokky Carnegie, yang mengelola bisnis kuliner di bawah bendera usaha bernama Hokky Group.

Selain beberapa menu tadi, ia juga menawarkan menu lain, seperti chicken dan sup. Di minuman, ia menawarkan kopi, jus dan es krim.

Masing-masing menu tersebut dikemasnya dalam brand yang terpisah-pisah. Di antaranya Hokky Pizza, Hokky Steak, Hokky Bento, Hokky Pasta, Hokky Burger, Hokky Martabak, Hokky Chicken, Hokky Donat, dan Hokky Zuppa Soup. Untuk minuman ada Hokky Coffee dan Hokky Juice & Ice Cream.

Jadi, total ada 11 merek makan an dan minuman. Harga makan an dan minuman di tiap brand rata-rata berkisar Rp 6.000-Rp 8.000 per porsi.

Memulai bisnis sejak 2011, pada Maret 2012, Hokky, menawarkan kemitraan dengan konsep booth dan resto. Untuk tipe booth, ia mematok biaya investasi sebesar Rp 18 juta. Investasi itu sudah meliputi peralatan lengkap, pelatihan, dan bahan baku awal. Mitra yang mengambil paket ini hanya boleh memilih satu brand usaha.

Omzet mitra diperkirakan Rp 400.000-Rp 700.000 per hari. Dengan laba 15 persen, mitra bisa balik modal dalam waktu empat bulan. "Kami tak ada franchise fee," katanya.

Khusus untuk paket resto, mitra bisa memilih dua brand yang diinginkan dan dianggap cocok dengan karakteristik lokasi yang dipilih oleh mitra. Bila nantinya kurang menguntungkan, mitra bisa saja mengubah pilihan brand-nya. "Jadi lebih fleksibel," ucap Hokky.

Paket resto ini dibanderol Rp 95 juta yang mencakup peralatan lengkap, pelatihan, bahan baku awal, meja kursi serta dekorasi tempat.

Untuk paket ini, omzet mitra ditargetkan mencapai Rp 1 juta-Rp 1,5 juta per hari. Dengan laba sebesar 15 persen dari omzet, mitra yang mengambil paket resto bisa balik modal dalam setahun.

Saat ini, Hokky Group telah memiliki enam mitra yang semuanya mengambil paket booth. Para mitra ini tersebar di Palembang, Surabaya, Denpasar, dan Balikpapan.

Dari enam mitra itu, ia baru berhasil menjual empat brand, yakni Hokky Pizza, Hokky Coffee, Hokky Bento, dan Hokky Pasta. "Tapi beberapa brand sudah ada peminatnya," ujarnya.

Erwin Halim, konsultan dan pengamat waralaba dari Proverb Consulting, menilai, konsep kemitraan Hokky Group yang menawarkan banyak brand justru akan membingungkan calon mitra usaha. Soalnya, dengan banyak brand, Hokky Group tidak memiliki fokus.

Padahal, brand-brand itu semuanya sudah banyak di pasaran. "Tawaran kemitraan tanpa brand tak punya kekuatan," jelas Erwin.

Ia menyarankan, Hokky Group fokus membangun produk unggulannya dulu. Setelah memiliki produk unggulan, barulah Hokky Group dapat meluaskan usahanya. (Fahriyadi, Noverius Laol/Kontan)(mlk)

Sumber : Kompas.com
 

KULIAH TAMU MAGISTER MANAJEMEN : PELUANG DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN KOPERASI DAN UMKM

Program Studi Magister Manajeman Universitas Mercu Buana mengadakan kuliah tamu dengan tema “Peluang dan Tantangan Penerapan Kewirausahaan dalam Pengembangan Koperasi dan UMKM“, dilaksanakan di Kampus UMB Menteng Jakarta Pusat, 20/5/12.

Acara Kuliah tamu tersebut dihadiri oleh narasumber Ahmad Zabadi, SH, MM, sekaligus salah satu alumni Magister Manajemen tahun 2004 dan sebagai moderator Dr. Rina Astini (Kaprodi MM ). Dalam kesempatan ini Dr. Rina Astini menjelaskan kuliah tamu ini diadakan untuk menjadi motivasi bagi mahasiswa yang berminat untuk berwirausaha. Berbagai lulusan sarjana masih banyak yang menganggur dan masih banyak pula yang melamar untuk mencari pekerjaan.

Pembahasan materi lebih mengulas tentang ciri dan watak kewirausahaan yang harus dimiliki yaitu percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil yang dicapai, pengambilan resiko, kepemimpinan yang kuat, kemampuan mempengaruhi, dan inovatif serta kreatif.

Masa 20 tahun kedepan, kita memiliki era emas Indonesia yang berbasis IPTEK. Seorang calon wirausaha pun harus mengetahui analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan) yang merupakan upaya dalam menganalisis peluang yang ada. Kematangan yang dimiliki oleh seorang wirausaha yang baik, tidak akan menyerah dalam perjuangan, jika mereka mengalami kegagalan yang pertama. Jadikan kegagalan menjadi keberhasilan yang tertunda. (Biro Sekretariat Universitas & Humas / humas@mercubuana.ac.id) (mlk)