Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2012

Program Wirausaha Muda Mandiri 2012 sudah sampai pada tahapan penjurian wilayah yang dilaksanakan secara bertahap. Berikut adalah hasil Penjurian Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri di wilayah : ;.

Belajar Otodidak, Muzakki Raih Omzet Ratusan Juta

Muhammad Muzakki sukses menggeluti usaha pembuatan booth sejak 2008. Pria asal Jakarta ini mengerjakan pesanan booth mulai tahap desain hingga pesanan selesai dan siap pakai.

Mengasah Naluri Bisnis

Ketika pulang dari kuliah di Amerika Serikat, Erwin Aksa menggenggam optimisme tinggi. Ia sudah belajar banyak dari para usahawan Amerika dan terutama di ruang kuliah.

Empat Tips Kelola Bisnis Pemula ala Ciputra

Pengusaha kawakan Ciputra memberikan tips mengelola bisnis, khususnya untuk pebisnis pemula. Seperti apa?

Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Buku “Chairul Tanjung Si Anak Singkong” diluncurkan bertepatan usia Chairul Tanjung (CT) setengah abad. CT, demikian nama panggilannya, adalah pengusaha Indonesia yang sukses dalam wirausahanya dan memperluas usahanya.

Tampilkan postingan dengan label Perencanaan Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perencanaan Keuangan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2012

Ingin Sukses Berinvestasi, Ini Caranya

Menabung dan investasi merupakan dua hal yang berbeda. Untuk menyiapkan tujuan jangka panjang seperti dana pensiun, dana pendidikan, tak cukup jika hanya sekadar menabung.

Menabung akan menghadapi risiko tergerus inflasi. Untuk itu, menabung sebaiknya hanya digunakan untuk menyimpan dana darurat atau keperluan sehari-hari.
Sementara itu, investasi bertujuan untuk menambah aset kekayaan, yang memiliki keuntungan melebihi tingkat inflasi. Beberapa contoh investasi seperti tanah, properti, saham, reksa dana, logam mulia, hingga koleksi seni.

Sebelum berinvestasi, ada berapa langkah yang harus Anda persiapkan. Perencana Keuangan dari Commonwealth Bank Indonesia, Edrin Sunandar, menjelaskan, sebelum memulai investasi, tentukan terlebih dahulu tujuan investasi. Tujuan ini seperti dana darurat, menyiapkan dana pendidikan, atau bahkan plesir keliling dunia beberapa tahun mendatang.

Setelah itu, siapkan terlebih dahulu dana darurat. Dana darurat ini penting untuk meng-cover kebutuhan darurat dan tak terduga. Besaran dana darurat ini tergantung masing-masing kondisi investor.
Untuk single, besarnya tiga kali biaya hidup bulanan, untuk yang sudah menikah, tujuh kali biaya hidup bulanan, dan bagi yang memiliki anak, menyediakan biaya hidup 9-12 kali.
"Selain dana darurat, jangan lupa memiliki proteksi dari asuransi kesehatan. Jika tak memiliki keduanya, rencana investasi bisa terganggu," ujar Edrin kepada VIVAnews.

Setelah dana darurat dan proteksi tercapai, hitung arus kas. Jangan lupa lunasi utang non produktif seperti cicilan kartu kredit atau kredit tanpa agunan (KTA). Setelah itu, pilih produk investasi yang sesuai dengan profil risiko.

Edrin menjelaskan, salah satu cara mudah untuk berinvestasi adalah melalui reksa dana. Reksa dana adalah bentuk investasi dengan menghimpun dana dari investor untuk diinvestasikan oleh manajer investasi dalam portofolio efek. Reksa dana ini memiliki keunggulan, yaitu mudah dan tidak membutuhkan dana yang besar untuk memulai investasi.

Ia mengingatkan, setiap investasi selalu memiliki risiko. Risiko jika berinvestasi di reksa dana adalah jika saham yang diinvestasikan menurun atau bahkan mengalami kegagalan (issuer default).

Bagaimana memilih reksa dana? Edrin menyarankan agar investor memilih perusahaan manajer investasi yang terpercaya. Caranya, lihat bagaimana kinerja selama beberapa tahun terakhir, ukur pula berapa total dana yang telah dikelola.
"Saat ini, 15 manajer investasi menguasai 80 persen pasar reksa dana," ujarnya.

Ada beberapa jenis reksa dana seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, dan reksa dana terproteksi. Sementara itu, beberapa risikonya yaitu menurunnya nilai aktiva bersih, risiko likuiditas, pasar, wanpresstasi, perubahan peraturan, dan perpajakan.

Semakin lama melakukan investasi, hasilnya lebih optimal, meski dengan dana kecil, dibanding investasi dalam jangka pendek dengan dana lebih besar. "Jika tujuan investasi sudah terkumpul, masukkan ke deposito," ujarnya.

Edrin menyarankan, sebaiknya investasi dilakukan secara berkala (dollar cost averaging), agar tidak pernah pusing dengan pasar. Apa pun kondisi pasar, investor tetap melakukan pembelian reksa dana setiap bulannya.
Selain itu, dia melanjutkan, gunakan reksa dana berbeda untuk tujuan berbeda. Misalnya untuk menyiapkan dana pendidikan anak pertama dengan anak kedua agar tidak mengganggu tujuan yang lain. (art)(mlk)

Minggu, 02 September 2012

Siapapun Bisa Menjadi Kaya (1)

Pembaca yang bijak, Lebaran baru saja berlalu, pengeluaran uang dalam jumlah yang besar telah dilakukan. Setelah Lebaran usai, kini saatnya anda melakukan akumulasi kekayaan dengan tujuan agar pertumbuhan aset maksimal atau dengan bahasa sederhana kita membuat diri kita menjadi kaya! Anda mau?

Nah artikel berikut ini merupakan salah satu cara yang dapat anda lakukan agar bisa menjadi lebih kaya secara finansial. Paparan ini jika dilakukan dengan disiplin akan membuat diri anda berpotensi besar menjadi kaya. Ini berlaku bagi siapa saja tanpa memandang besarnya penghasilan perbulannya.

Sekali lagi yang terpenting anda mampu untuk melakukannya secara disiplin terhadap penghasilan anda setiap bulannya, jika tidak disiplin maka dapat dipastikan paparan ini tidak ada manfaatnya bagi pertumbuhan aset anda. Namun bagi anda yang mampu untuk disiplin secara konsisten maka potensi peningkatan aset keuangan anda sangat besar, marilah kita mulai secara bertahap.

Tahap 1 – Difinisi Kaya

Setiap orang memiliki difinisi yang berbeda terhadap ‘Kaya’, namun kami membatasinya dalam memandang kekayaan secara finansial saja, jadi di luar itu kami tidak membahasnya. Bagaimana dengan aset non finansial seperti kendaraan, rumah dan barang-barang lain?, untuk hal itu dipersilahkan untuk melakukan konversi teradap aset non finansial menjadi aset finansial (lakukan valuasi aset tersebut menjadi harga pasar wajar).

Baiklah, kita kembali kepada difinisi kaya: Kaya adalah suatu hasil pertumbuhan dari investasi yang telah dilakukan dan pertumbuhannya berhasil melampaui inflasi dari suatu negara di mana sang investor tersebut menetap.

Jadi berdasarkan penjelasan diatas maka seseorang tidak akan bertambah kaya jika dia:
• Tidak melakukan investasi;
• Melakukan investasi tetapi pertumbuhan hasilnya dibawah inflasi.

Marilah kita melakukan introspeksi secara objektif atas diri kita sendiri, sudahkah kita melakukan?:
• Investasi baik di sektor riil maupun sektor finansial?;
• Dalam melakukan investasi apakah kita sudah mengenal karakter profil resiko diri kita sendiri?, apakah kita termasuk dalam golongan konservatif, moderat atau agresif?

Demikian pembaca yang bijaksana, hal diatas adalah merupakan koridor pertama yang harus dilalui jika kita ingin merealisasikan pertumbuhan aset finansial secara signifikan. Untuk melakukannya wajib ada pengorbanan dari sisi keuangan. Pemasukan anda dibelanjakan dengan ketat demi masa depan keuangan yang lebih baik (bukankah anda ingin kaya kelak?).
Uang anda hanya untuk memenuhi kebutuhan rutin dan bukan keinginan rutin

Uang anda hanya untuk memenuhi kebutuhan rutin dan bukan keinginan rutin, sekali lagi bukan keinginan sehingga terjadi efisiensi minimal sebesar 10 persen dari pendapatan anda setiap bulannya. Dengan kalimat sederhana, pendapatan yang dapat digunakan hanya sebesar 90 persen.

Tahap 2 – Lakukan Investasi Bukan Spekulasi
Setelah kita sisihkan minimal 10 persen dari pendapatan maka langsung investasikan dana tersebut. Sesungguhnya ada batasan tipis antara investasi dan spekulasi, begitu tipisnya ‘benang’ ini sehingga sering kali seseorang tidak menyadari bahwa ia sedang terjerumus dalam spekulasi.
Untuk menghidarinya, berikut ini bisa dijadikan rambu atau pedoman agar kita tidak terjerumus dalam jurang ‘spekulasi’. Dalam melakukan investasi di sektor finansial seseorang wajib untuk:
• Menentukan jangka waktu investasi yakni:
o Jangka pendek <=1 tahun, potensi hasil investasi rendah;
o Jangka menegah 1 <= 3 tahun, potensi hasil investasi sedang;
o Jangka panjang > 3 tahun, potensi hasil investasi tinggi.

Untuk menentukan jangka waktu cukup dengan mengetahui tujuan investasinya, misal investasi untuk pendidikan tinggi anak (usia saat ini 12 tahun), maka dana pendidikan tersebut diperlukan 6 tahun dari sekarang, berarti investasi yang dilakukan jangka panjang, dan lain sebagainya.

Sebagai catatan penting:
o Potensi hasil investasi bukan merupakan jaminan, maksudnya adalah hasil investasi dapat berada diatas ataupun dibawah dari hasil yang direncanakan;
o Investasi bisa mengalami pertumbuhan yang besar, sedang maupun kecil bahkan tidak mustahil dapat mengalami kerugian, investasi sangat berhubungan dengan resiko. Nah untuk mengeliminir resiko kerugian maka penentuan jangka waktu investasi menjadi sangat wajib;
o Jika ada investasi yang menjanjikan tingkat imbal hasil secara fix atau tetap maka berhati-hatilah, biasanya iming-iming pengembalian yang sangat luar biasa besar setiap bulannya (agar menarik calon investor). Untuk diketahui bahwa investasi dimanapun tidak bisa menjanjikan tingkat pengembalian yang tetap, mengapa?, karena investasi berkorelasi langsung dengan resiko. Jadi semakin besar potensi tingkat pengembalian maka semakin besar pula potensi resikonya. Berdasarkan data biasanya investasi yang seperti ini dapat dengan cepat menggerus modal anda hingga habis, ludes.

• Alokasikan uang anda pada kendaraan yang tepat
Berbicara investasi di sektor finansial maka berdasarkan hasil riset secara empiris bahwa alokasi aset memegang peranan terbesar (sekitar 90 persen) dalam hal pertumbuhan hasil investasi, sisanya adalah rumor (kabar angin) dan momentum (saat masuk dan keluar investasi), nah kalau hasil riset investasi di sektor finansial sudah membuktikan demikian maka saatnya kita memilih kendaraan yang tepat untuk investasi kita.
Kami merekomendasikan sebagai pemula sebaiknya alokasikan investasi anda di intrumen Reksa Dana, mengapa demikian?, karena kendaraan investasi reksa dana memiliki ‘supir yang berlisensi’, ya bagaikan supir kendaraan ia memiliki ijin atau lisensi dari Bapepam sehingga kendaraan tersebut relatif aman, asalkan kita tepat memilih kendaraan tersebut, nah bagaimana caranya?

Berikut adalah tahapan yang kami ilustrasikan untuk seorang investor reksa dana pemula:

lustrasi Tabel Alokasi Investasi untuk Investor
Jangka waktu
Tenor investasi
Saran kendaraan investasi
Bobot atas alokasi kendaraan investasi (%)
Konservatif
Moderat
Agresif
Jangka pendek
<= 1 Thn
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
80
50
40
Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)
20
45
50
Reksa Dana Campuran (RDC)
0
5
10
Jangka menegah
1 <= 3 Thn
Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)
60
40
0
Reksa Dana Campuran (RDC)
40
60
100
Jangka panjang
> 3 Thn
Reksa Dana Campuran (RDC)
60
50
0
Reksa Dana Saham (RDS)
40
50
100
 Catatan penting:                  
Tabel ini hanya ilustrasi untuk pemula bukan merupakan keharusan        
Untuk lebih jelasnya silahkan melakukan konsultasi dengan Perencana Keuangan Anda     

Setelah kita mengetahui kisaran aset alokasi yang tepat, langkah selanjutnya adalah menentukan target pertumbuhan reksa dana, bagaimana caranya? Nantikan penjelasannya di artikel yang akan kami sajikan dalam waktu dekat.(MLK)
--
Taufik Gumulya, CFP®
Wealth & Financial Planner pada TGRM Perencana Keuangan



Editor :

Erlangga Djumena