Finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2012

Program Wirausaha Muda Mandiri 2012 sudah sampai pada tahapan penjurian wilayah yang dilaksanakan secara bertahap. Berikut adalah hasil Penjurian Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri di wilayah : ;.

Belajar Otodidak, Muzakki Raih Omzet Ratusan Juta

Muhammad Muzakki sukses menggeluti usaha pembuatan booth sejak 2008. Pria asal Jakarta ini mengerjakan pesanan booth mulai tahap desain hingga pesanan selesai dan siap pakai.

Mengasah Naluri Bisnis

Ketika pulang dari kuliah di Amerika Serikat, Erwin Aksa menggenggam optimisme tinggi. Ia sudah belajar banyak dari para usahawan Amerika dan terutama di ruang kuliah.

Empat Tips Kelola Bisnis Pemula ala Ciputra

Pengusaha kawakan Ciputra memberikan tips mengelola bisnis, khususnya untuk pebisnis pemula. Seperti apa?

Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Buku “Chairul Tanjung Si Anak Singkong” diluncurkan bertepatan usia Chairul Tanjung (CT) setengah abad. CT, demikian nama panggilannya, adalah pengusaha Indonesia yang sukses dalam wirausahanya dan memperluas usahanya.

Selasa, 11 September 2012

Tips Memilih Pekerjaan atau Bisnis yang Tepat

Jakarta - Saat memilih pekerjaan ataupun bisnis sering kali terbalik, sering kali orang memilih yang paling mudah terlebih dahulu. Walaupun dia tidak suka atau pekerjaan tersebut tidak menghasilkan seperti yang dia inginkan, dia tetap saja memilih yang paling mudah.

Contohnya: ketika orang lulus kuliah atau lulus sekolah, pertama kali pekerjaan apapun akan diterima, bahkan dia menekuninya, ataupun dipecat ataupun pensiun dia tidak mencari pekerjaan lain.

Kenapa? Karena dia mencari yang mudah. Dalam hidup ini kalau Anda mencari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalau Anda mencari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda akhirnya jadi mudah.

Jadi didalam hidup ini, hal pertama yang harus diperhatikan dalam bisnis adalah harus memilih goal-goal yang kita inginkan seperti apa? Goal keuangan, goal apapun, goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, mental kita dan kemudian kita sadari goal-goal tadi kira - kira butuh uang berapa? Butuh biaya berapa?

Dan kemudian sadari goal - goal kita tadi butuh biaya berapa dan kapan. Dan dari biaya tersebut, kita hitung kita butuh uang tersebut hingga umur berapa.

Setelah melakukan hal tersebut, baru kita cari: bisnis - bisnis apa atau pekerjaan apa yang bisa menghasilkan ke arah sana dalam waktu yang seperti saya inginkan. Bisnis tadi bisa jadi banyak sekali, entah bisnis online ataupun offline, dan setelah ditulis, baru kita pilih mana yang kita suka. Kita harus memilih yang kita suka, karena kalau kita tidak suka, tidak bisa jalan.

Coba bayangkan: "Apakah Michael Jordan bisa sukses seperti hari ini, tapi ternyata sebenarnya dia tidak suka basket?" Tidak mungkin. "Apakah Madonna tidak suka nyanyi, tidak suka menari?". Tidak mungkin. Nah kita cari yang kita suka. Anda tanya: "Boleh tidak: yang menghasilkan tapi kita tidak suka?". Jawabnya: "Boleh" dengan syarat: secepat mungkin kita delegasikan.

Saran saya: cari yang Anda suka, tetapi menghasilkan. Kemudian dari yang menghasilkan dan Anda suka, baru pilih mana yang mudah dicapai. Semoga bermanfaat, saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!(hen/hen)(mlk)

Sumber : detik.com 

Rabu, 05 September 2012

Trik Cepat Kaya Ala Menteri Koperasi

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarif Hasan menyatakan tingkat pengangguran di Indonesia masih tinggi, yaitu 6,3 persen di mana 493 ribu merupakan lulusan sarjana. Enterpreneurship merupakan salah satu cara untuk menyerap pengangguran.

Meski angka kemiskinan ini termasuk tinggi,  jika dibandingkan dengan negara lain seperti Amerika Serikat, Indonesia masih lebih baik. Untuk itu dia mendorong agar masyarakat Indonesia berwirausaha agar dapat menyerap pengangguran.

"Seorang entrepreneur memiliki nilai yang sangat tinggi karena dapat berperan di masyarakat sebagai penyerapan tenaga kerja yang semakin tinggi," kata Syarif dalam Talkshow dan Launching Buku "Cracking Entrepreneurs" milik Rhenald Kasali di Jakarta, Kamis 5 Juli 2012.

Ia menjelaskan jika ingin kaya, maka jangan menjadi karyawan. "Karyawan kaya pasti akan berhadapan dengan KPK, sedangkan seorang entrepreneurship kaya tidak akan dicurigai karena wirausahawan memiliki pintu rezeki 10," ujarnya.

Pemerintah sendiri telah mencanangkan gerakan entrepreneurship sejak 2 tahun yang lalu. Hasilnya cukup menggembirakan, pada waktu awal gerakan ini dicanangkan jumlah wirausaha baru sekitar 0,18 persen.

"Banyak peluang di hadapan kita dan negara-negara lain sangat menyadari potensi Indonesia," katanya.

Syarif menjelaskan masyarakat sudah mulai menyadari bahwa entrepreneurship telah menjadi prioritas untuk menjadi bangsa yang semakin maju. Hal ini tidak lepas dari peran Guru Besar Ekonomi UI, Rhenald Kasali.

Rhenald, lanjut Syarif, telah menginspirasi generasi muda untuk menggiatkan entrepreneurship. Semangat yang ditunjukkan melalui buku-bukunya menular ke masyarakat Indonesia baik itu akademisi, pemerintah maupun generasi muda. (umi)(mlk)

Sumber : vivanews.com

5 Tanda Bisnis Pemula yang Bakal Sukses

Setiap tahun ratusan perusahaan baru bahkan ribuan startup (perusahaan baru bidang teknologi) mencoba peruntungannya dalam persaingan bisnis yang makin ketat. 

Tak jarang beberapa diantara mereka harus gigit jari dan terpaksa melihat bisnis yang mereka bangun dari awal itu harus berhenti beroperasi karena kalah bersaing.

Di pihak lain, sebagian diantara pebisnis pemula ini akhirnya lolos dalam saringan dan berhasil mengembangkan bisnisnya hingga menjadi gurita besar. 

Sebetulnya tanda-tanda bisnis baru yang bakal menjelma menjadi perusahaan besar bisa dilihat sejak awal. Dikutip dari laman Forbes, Selasa, 17 Juli 2012, berikut adalah 5 tanda-tanda bisnis-bisnis para pemula yang bakal meraih kesuksesan:

1. Memiliki konsumen jelas
Tahukah Anda, bisnis yang sedang Anda kerjakan memiliki konsumen yang bersedia membayar produk atau jasa yang anda tawarkan. Sayangnya, banyak pebisnis baru yang gagal menangkap asumsi para konsumennya. 

Bisnis baru yang bakal menuai sukses biasanya menghitung skala pertumbuhan berdasarkan basis data konsumen yang teruji, tetap dan rela membayar. 

2. Memperlihatkan perspektif strategis
Ini merupakan lawan dari perusahaan yang berjalan dalam posisi panik atau tengah berusaha bertahan. Bisnis baru yang sukses senantiasa merencanakan dan berpikir jauh mengenai ekspansi bisnis secara nasional dan global. 
Perusahaan itu juga memiliki agenda setahun dan lima tahun yang jelas.

3. Bagaimana cara pengelolaan keuangan?
Tak pernah ada waktu yang lebih baik dalam memulai sebuah bisnis. Namun, mungkin tak ada waktu yang lebih menantang dibandingkan ketika Anda harus berhadapan dengan masalah pinjaman maupun pendanaan saat memulai bisnis di tahap awal. 

4. Dijalankan penuh transparansi
Komitmen, integritas, dan transparan adalah tiga hal yang sangat berkaitan. Organisasi yang sukses biasanya memiliki sedikit, bahkan tak ada satupun, hal yang disembunyikan. Hidup akan terasa lebih mudah jika Anda memiliki sedikit rahasia mengenai metode tagihan, harga, maupun strategi akuisisi. 
Strategi ini juga sangat efektif untuk membuat para pekerja Anda lebih loyal dan memiliki keterikatan yang kuat.

5. Komunikasi
Sebuah pepatah mengatakan, Setiap pemimpin maupuan perusahaan besar senantiasa memiliki komunikasi yang baik. Mereka mengkomunikasikan berita baik dan buruk dalam bahasa tegas dan langsung.  

Perusahaan besar biasanya tidak pernah lahir karena satu orang dan berdiri sendiri. Bahkan perusahaan yang telah sukses saat ini menyadari setiap peluang dan kebutuhan vital akan berhasil ditempuh jika terjadi komunikasi yang baik.  (sj)(mlk)

Sumber : vivanews.com

21 Perbedaan Cara Pikir Miliarder dan Orang Biasa (II)

Miliarder wanita dunia asal Australia, Gina Rinehart, memberikan pernyataan keras kepada media dengan mengatakan kalangan kelas menengah terlalu cemburu dengan orang-orang kaya.

Gina yang tengah terlibat kasus hukum perebutan harta warisan ini menganggap kalangan kelas menengah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk minum-minum, merokok, dan bersosialisasi dibandingkan bekerja keras guna mengumpulkan kekayaannya.

Pengarang buku How Rich People Think, Steve Siebold, yang telah mewawancari miliarder hampir tiga dekade mencoba mencari tahu sesuatu yang membuat kalangan super kaya ini seolah terpisah dengan kalangan lain.

Dikutip dari Business Insider, perbedaan sebetulnya terletak pada uang itu sendiri. Ini adalah mengenai mentalitas.

"Kalangan kelas menengah sering menasihati untuk bahagia dengan apa yang dimiliki," kata Steve. "Secara keseluruhan, banyak orang yang merasa ketakutan bila ingin berkaitan dengan uang".

Berikut adalah 21 perbedaan cara berpikir para miliarder dan orang-orang biasa: (Untuk melihat 10 cara pikir lainnya, klik link ini).

11. Orang biasa menilai pasar modal dikendalikan oleh logika dan strategi. Orang kaya tahu bahwa pasar modal dikendalikan emosi dan keserakahan.

Sukses investasi di bursa saham tak selalu hanya berdasar formula hitung-hitungan matematika. Orang kaya justru menilai faktor utama yang mengendalikan pasar keuangan adalah ketakutan dan keserakahan. "Mereka memasukkan faktor ini pada perdagangan dan tren pasar modal," kata Siebold.

Pengetahuan mengenai sifat alami manusia dan dampak overlap pada perdagangan pasar modal memberikan investor keuntungan strategis dalam membangun kekayaan lebih besar melalui leverage.

12. Orang biasa hidup di atas kebutuhan mereka, orang kaya justru sebaliknya.

Orang kaya hidup di bawah standar kebutuhannya, bukan karena mereka cerdas. Namun, karena mereka membuat banyak uang untuk hidup mewah di saat mengantongi pasokan layaknya seorang raja di masa mendatang.

13. Orang biasa melatih anaknya untuk bertahan. Orang kaya melatih anaknya untuk menjadi kaya.

Kalangan orang kaya melatih anak-anaknya sejak usia dini dengan mengenalkan konsep berpunya dan tak berpunya. Meski banyak orang yang berpendapat bahwa Siebold mengakui dirinya mendukung ide elitism tersebut, dia menolak pandangan itu.

"Masyarakat selalu mengatakan orang tua mengajarkan anaknya untuk melihat ke bawah (masyarakat yang lebih miskin). Itu tak semuanya benar," kata Siebold. "Apa yang mereka ajarkan pada anaknya adalah melihat dunia melalui mata yang lebih objektif."

14. Orang biasa memiliki uang yang membuatnya stres. Orang kaya mencari kedamaian pikiran dalam kekayaan.

Alasan mengapa orang kaya mendapat kekayaan lebih banyak adalah mereka tidak takut untuk mengakui bahwa uang bisa membuat masalah selesai.

"Kalangan menengah melihat uang sebagai kebutuhan yang tak pernah ada habisnya, sehingga harus memenuhi sepanjang hidup".

15. Orang biasa memilih terhibur daripada terdidik. Orang kaya justru sebaliknya.

Umumnya orang-orang kaya tak banyak berinvestasi dalam bentuk pendidikan formal. Justru yang mereka lakukan adalah belajar sepanjang waktu, kendati masa pendidikan telah usai.

"Ketika masuk ke rumah orang kaya, hal pertama yang Anda lihat adalah ruang perpustakaan mahal berisi buku-buku yang telah membuat mereka menjadi sukses".

16. Orang biasa berpikir orang kaya adalah sombong. Orang kaya hanya ingin dikelilingi oleh golongan yang memiliki pemikiran sama.

Mentalitas negatif dari uang yang telah meracuni kalangan kelas menengah membuat kalangan orang kaya memilih untuk bergaul dengan masyarakat yang sama dengan mereka.

"Orang kaya tak bisa menerima pesan mengenai kiamat dan kegelapan," kata Siebold.

17. Orang biasa fokus pada menabung. Orang kaya fokus pada pendapatan.

Siebold berteori, kalangan orang kaya memfokuskan dirinya memikirkan cara meraih untung dari risiko yang diambil. Langkah ini lebih dipilih daripada menyimpan uang yang telah diterimanya.

18. Orang biasa bermain aman dengan uangnya. Orang kaya tahu kapan waktunya mengambil risiko.

19. Orang biasa senang kenyamanan. Orang kaya mencari kenyamanan dalam ketidakpastian.

Bagi sebagian orang, dibutuhkan keberanian yang sangat besar untuk menjadikan risiko sebagai jalan menjadi miliarder. Tantangan yang bagi kalangan kelas menengah akan menciptakan posisi tak nyaman.

"Kenyamanan fisik, psikologis, dan emosi merupakan tujuan utama dari pemikiran kalangan kelas menengah".

20. Orang biasa tak pernah mengaitkan uang dan kesehatan. Orang kaya tahu bahwa uang bisa menyelamatkan hidup.

Di saat sebagian besar masyarakat AS berselisih mengenai isu Obamacare dan jaminan asuransi kesehatan perusahaan, kalangan super kaya justru mendaftar layanan kesehatan super elite.

Orang kaya ini menjadi anggota dari asuransi yang memberikan jaminan 24 jam yang hanya bisa diakses segelintir masyarakat.

21. Orang biasa percaya bahwa mereka harus memiliki keluarga bahagia atau menjadi kaya. Orang kaya tahu bagaimana mendapatkan semua itu.

Ide mengenai kekayaan akan memunculkan waktu berkumpul keluarga yang mahal, tak lain hanya sebuah pembiaran. Orang kaya berpikir Anda bisa memiliki semuanya jika melakukan pendekatan pada tantangan itu dengan pikiran penuh cinta dan kekayaan. (art)(mlk)

Sumber : vivanews.com